Sukses Memodifikasi Power Supply Komputer Untuk Keperluan Audio, sekarang penulis mencoba untuk memodifikasi ampere pada power supply komputer walau penulis tidak punya Amper meter... setelah mengamati, menimbang dan memutuskan akhirnya penulis ya nekat aja ngikutin sesuai gambar dengan menukar posisi dioda 12v ke 5v dan sebaliknya. Dioda F12C20 yang tadinya disebelah kiri jadi ditengah tukar posisi dengan S2045(gambar cocok dgn UPS merk SUN MENTARI)
Tegangan naik jadi 13,45volt dengan beban Car audio di geber.
Nah untuk PSU merk Simbadda dioda 5v sebelah kanan jadi ditengah, SB3045 (bodynya lebih besar, jangan kuatir di PCB nya sudah ada kedudukan kaki-kaki untuk dipindahkan) bertukar dengan HBR2060. Tegangan jadi 12.56volt.
Perubahan sangat terasa pada kwalitas suara Car Audio/Tape Mobil...=> Bass Treble nya jadi lebih nendang... wow mantabs.
Pastinya cocok nih buat rig penggemar rakom, bisa juga tanpa harus bongkar casing, dengan 2 sampai 4 PSU dipasang secara paralel untuk menaikan amper, tentunya colokan listrik jadi 4 kalo pakai 4 PSU. Caranya semua kabel hitam digabung dengan kabel hitam dan semua kabel kuning digabung dengan kabel kuning serta 1 hitam dan hijau terpisah untuk on/off.
Menaikkan Amper pada Tegangan 12V di Power Supply Komputer Untuk Keperluan Audio
Kamis, 11 Agustus 2016 Diposting oleh mendem di 21.00.00 2 komentarModifikasi Power Supply Komputer Untuk Keperluan Audio
Diposting oleh mendem di 20.49.00 2 komentar
Berawal dari banyaknya stock PSU (Power Supply Unit) bekas PC yang nganggur, sebagian udah dipretelin untuk diambil elco,kipas,toroid,transistor dan lain sebagainya. Biasanya PC yang nggak bisa hidup atau sering restart cukup diganti PSU nya langsung ON, padahal PSU tersebut belum tentu rusak hanya saja bagian tertentu yang lemah atau ngedrop dan biasanya yang 12 volt masih bagus. Berikut ini tabel tegangan dan ampere pada sebuah PSU Komputer:
+ 3.3 Volt / 15 A => ORANYE
+ 5 Volt / 30 A => MERAH
+ 12 Volt / 18 A => KUNING
- 12 Volt / 0.5 A => BIRU
+ 5 Volt / 2 A => UNGU
GROUND => HITAM
SWITCH ON => HIJAU (disambung ke hitam)
Niatnya yang 12volt/18A di modif jadi 13.8volt namun hampir semua tutorial nya memakai IC TL-494 sedangkan semua PSU yang udah dibongkar nggak ada satupun memakai IC tersebut, ya udah 12volt ajah cukup lagian nyetel musiknya nggak gembrang-gembreng atau di perbesar dayanya namun saya rasa cukup misal 12volt x10 A = 120 Watt , sedangkan car audio 2x50Watt
Awalnya saya coba PSU merk Simbadda langsung ke car audio tanpa di modif, ternyata masih ada suara dengung, coba ganti 2 buah elco yang keluaran dari 12volt aslinya 1000/16v diganti dengan 2200/25v dan 3300/25v, suara dengung hilang dan qualitas sound jadi oke dibandingkan dengan power supply sebelumnya menggunakan trafo 5Amper 12volt CT. Lebih irit biaya dan tagihan listrik nggak bengkak.
Aki motor fungsinya agar tetap menyimpan settingan memory frekwensi radio dan bass-treble
Kebetulan ada aki motor Honda Beat nganggur, pasang langsung ke car audio, kabel hitam dari PSU ke kutub negatif lalu kabel positifnya diganjel dulu dengan dioda 5Amper, maksudnya agar ketika audio dan PLN OFF kipas di PSU tidak berputar terus dan menyebabkan aki habis (harusnya dibuatkan switch untuk memutus arus dan power on...belom sempat ajah) jika ingin ngecharge sekalian PSU harus dimodif ke 14-15volt
Untuk merk lain seperti SUN,MENTARI atau DAZUMBA cukup ganti 1 elco saja minimal 3300/25v atau 10.000/35 jika muat di pcb dan box nya dan itu pun jika perlu.
Yang diberi silang biru boleh diganti
SARAN & TIPS
+ 3.3 Volt / 15 A => ORANYE
+ 5 Volt / 30 A => MERAH
+ 12 Volt / 18 A => KUNING
- 12 Volt / 0.5 A => BIRU
+ 5 Volt / 2 A => UNGU
GROUND => HITAM
SWITCH ON => HIJAU (disambung ke hitam)
Niatnya yang 12volt/18A di modif jadi 13.8volt namun hampir semua tutorial nya memakai IC TL-494 sedangkan semua PSU yang udah dibongkar nggak ada satupun memakai IC tersebut, ya udah 12volt ajah cukup lagian nyetel musiknya nggak gembrang-gembreng atau di perbesar dayanya namun saya rasa cukup misal 12volt x10 A = 120 Watt , sedangkan car audio 2x50Watt
Awalnya saya coba PSU merk Simbadda langsung ke car audio tanpa di modif, ternyata masih ada suara dengung, coba ganti 2 buah elco yang keluaran dari 12volt aslinya 1000/16v diganti dengan 2200/25v dan 3300/25v, suara dengung hilang dan qualitas sound jadi oke dibandingkan dengan power supply sebelumnya menggunakan trafo 5Amper 12volt CT. Lebih irit biaya dan tagihan listrik nggak bengkak.
Aki motor fungsinya agar tetap menyimpan settingan memory frekwensi radio dan bass-treble
Kebetulan ada aki motor Honda Beat nganggur, pasang langsung ke car audio, kabel hitam dari PSU ke kutub negatif lalu kabel positifnya diganjel dulu dengan dioda 5Amper, maksudnya agar ketika audio dan PLN OFF kipas di PSU tidak berputar terus dan menyebabkan aki habis (harusnya dibuatkan switch untuk memutus arus dan power on...belom sempat ajah) jika ingin ngecharge sekalian PSU harus dimodif ke 14-15volt
Untuk merk lain seperti SUN,MENTARI atau DAZUMBA cukup ganti 1 elco saja minimal 3300/25v atau 10.000/35 jika muat di pcb dan box nya dan itu pun jika perlu.
Yang diberi silang biru boleh diganti
SARAN & TIPS
- Jangan langsung oprek PSU yang baru dicolok ke PLN karena masih ada tegangan sisa 400volt (ada elco diseri 200v+200v) diamkan dulu seharian atau kalau Anda berani konsletkan dengan obeng gepeng yang lebar ke masing-masing elco 200volt, akan terdengar ledakan..... hahaha pengalaman servis lampu kilat dan ngeliat temen bikin radio tabung 80 meteran
- .Coba PSU test langsung ke perangkat elektronik dengan menyambung kabel hijau dan hitam, apabila tidak ada dengung atau kelainan lainnya PSU nggak perlu dioprek
- Sisakan kabel yang seperlunya saja biar keliatan rapi, semua kabel hitam dan kuning dikepang dan 1 hijau untuk power on, barangkali untuk charge hp gunakan kabel ungu dan hitam
- Pastikan tegangan sesuai kebutuhan perangkat, router wi-fi saya beri 12volt malah jebol, harusnya 9volt, jika ingin 9volt kan bisa diberi IC 7809 + elco secukupnya
- Jangan sambungkan kabel hijau+hitam secara permanen, PSU jadi sulit hidup => gunakan switch ON/OFF
- Sambungkan kabel ke casing atau kabel hitam ke tanah/tembus ubin dengan paku min 10cm agar tidak nyetrum jika pegang body car audio atau kabel-kabel lainnya, gunakan testpen untuk memastikan tidak ada lagi tegangan induksi, tegangan tersebut tidak berbahaya tapi cukup membuat Kita kaget. Nggak semua PSU bocor induksi ada yang cukup colokan ke PLN dibalik, namun jarang sekali ,...kalo saya sih biasa kesetrum induksi jadi nggak kaget, kecuali jika kaki atau tangan sedang basah cukup pakai sendal biar tidak ada koneksi ke bumi.
Proyek 2: Snubberized Power Supply Unit PSU
Jumat, 29 Januari 2016 Diposting oleh mendem di 14.31.00 2 komentarProyek 1
Proyek 1 alias pertama ini membuat Power Amplifier Gainclone dengan IC LM1875. Perakitan Board Amplifier sudah berhasil dan terdokumentasi lewat artikel sebelumnya di http://hobiaudio.blogspot.co.id/2016/01/proyek-1-merakit-gainclone-lm1875.html. Selanjutnya, setelah langkah pertama perakitan Power Amplifier adalah memberikan catu daya.
Catu daya, power supply atau PSU adalah jantung penyuplai tenaga sebuah rangkaian elektronika. Tegangan pas, arus mumpuni hingga kebersihan dari ripple yang dituntut dari bagian ini. Bagian ini sepaham saya terdiri dari Trafo, Dioda penyearah dan Kapasitor filter.
Kesalahan yang Berlanjut
Seperti artikel sebelumnya, banyak pelajaran yang harusnya dipelajari lebih awal dari para DIY-er. Pemahaman fungsi komponen hingga penyesuaian ketika part tersebut tidak tersedia. Sama halnya ketika merakit board PA nya, kapasitor yang terbeli adalah 100nF MKP. Biang kerok sekaligus lejitan saya untuk belajar lagi. Akhirnya, beralih juga dari board pesanan Pak Atma ke PCB bolong.
DIODA MUR860 atau DIODA MUR1560
Kesalahan berlanjut, desain board dari Pak Atma ini inovatif. Saking inovatifnya, saya tidak paham ketika biasanya dioda penyearah menggunakan Dioda yang dibentuk bridge atau pakai Dioda Bridge diganti dengan komponen berupa DIODA MUR860 atau DIODA MUR1560. Berbagai toko saya tanyai tidak paham, dan selalu menyanyakan dioda nya mau yang berapa ampere? Solusi pun muncul ketika saya tanyakan ke desainer PCB dan beliau menyarankan menggunakan Dioda biasa ukuran 6 A. Sedikit modifikasi, saya menggunakan bridge ukuran 6 A agar lebih rapi. Toh sama-sam ganti PCB, Sekalian lah.
Trafo hingga Komponen
Trafo yang digunakan pada Proyek 1 ini adalah Trafo 17V CT 3 A murni cabutan kompo pinjaman dari Mas Agus. Selanjutnya, komponen yang digunakan adalah sbb:
- Terminal sekrup 3 lubang besar 1 bh
- Terminal sekrup 3 lubang kecil 3 bh
- Dioda Bridge 6A
- 2K2 R 3 bh
- Elko 6800 uF/ 50V 4 bh
- 0R47/ 5W 2 bh
- LED 1 bh
- Kapasitor 100nF 2 bh
- PCB lubang 1/2 batang
- Timah solder.
Relayout-Soldering
Hasil solderannya payah ya >.<
Overall, board ini selesai dengan selamat.
Sampai jumpa pada board selanjutnya. :)
![]() |
| Hasil akhir. |
Label:
Amplifier,
audiophiller,
DIY,
diyaudio,
Gainclone,
hifi,
hifiaudio,
hobiaudio,
poweramplifier,
proyek1,
psu,
skemapsu,
skemaSnubberized,
Snubberized,
Snubberizedpsu,
trafo
Proyek 1: Merakit Gainclone LM1875
Rabu, 27 Januari 2016 Diposting oleh mendem di 14.37.00 0 komentarSekilas tentang Si Unyil
Unyil atau mini gainclone bahkan ada yang menyebut nano gainclone adalah Power Amplifier mini dengan IC LM1875. IC ekonomis buatan National Semiconductor/ Texas Instruments/ UTC ini sangat terkenal di kalangan DIY AUDIO sampai kalangan Audiophiller. Karakter suara bening bersih bahkan mirip Power Amplifier tabung kata beberapa orang. Saya sendiri sih belum pernah dengar bagaimana kualitas suara yang dihasilkan.
PCB dari Pak Atma
Percobaan merakit pertama saya percayakan pada PCB karya Pak Atma dari DIYAUDIOKU. Saya pesan PCB beberapa set dan dikirim ke Semarang. Pelayanan cepat dan kualitas PCB bagus dengan desain simple lengkap dengan topologi star grounding. Bagi yang berminat bisa menuju blog beliau di http://diyaudioku.blogspot.co.id atau serach aja ATMA di Tokopedia.
PCB datang setelah 2 hari kerja. Paket saya buka lengkap dengan list komponen. Sayang, beberapa list kurang sesuai dengan kebutuhan PCB. Overall masih worthed karya beliau.
Belanja dan Kapasitor MKP
Saatnya belanja, dengan amatir nya saya berbekal PCB dan list komponen dalam paket saya menuju Jalan MT Haryono Kota Semarang. Sekitar 7-8 toko saya masuki mulai dari paling selatan yaitu daerah simpang dengan Karangsaru sampai dengan Bundaran Bubakan. Hal yang perlu dipahami adalah pengetahuan dasar tentang bentuk resistor, tipe dioda sampai dengan tipe kapasitor. Bodohnya saya, saya belum memahami poin terakhir, memahami tipe kapasitor. Tipe kapasitor ternyata banyak sekali mulai dari elko, keramik, mylar, MKT, MKP, MKS, MKM dll. Belum sampai disitu, kapasitor tersebut ternyata punya nickname tersendiri di beberapa toko. Hasil dari itu semua adalah saya salah beli kapasitor ukuran 100nF. Hal ini merambat hingga PCB dari Pak Atma tidak dapat digunakan karena 100nF yang saya beli adalah tipe MKP yang super gede 10x dari slot yang dianggarkan Pak Atma.
Kompensasi kesalahan saya adalah mencari solusi yang tepat dan hemat untuk tetap mensukseskan Proyek Pertama ini. Dimulai dengan balik lagi beli PCB lubang dilanjutkan memahami desain PCB dari Pak Atma dan terakir menyesuaikan layout untuk komponen yang saya miliki. Alhamdulillah, bisa juga melalui tahap ini dan cerita dilanjutkan dengan proses pembuatan disertai gambar berikut:
Alat dan Bahan
Bahan yang digunakan mayoritas adalah generik. IC LM1875 yang saya gunakan adalah yang versi coak, kan buat percobaan awal. :D
Alat buat re-Layout seperti diatas: pinset, mata bor, pemotong kuku. Saya lupa untuk melampirkan foto gergaji PCB dan tang.
Pasang Komponen pada PCB
Ukur supaya simetris.
Timelapse pemasangan komponen PCB.
Hasil pemasangan komponen. Kaki komponen ditekuk sesuai jalur yang tercantum pada PCB dari Pak Atma
Siap disolder.
Hasil akhir. Siap ditancapkan Power Supply.
Terlihat 3 buah 100nF MKP warna kuning cerah yang jadi pewarna dalam Proyek Pertama ini.
OK, clear. Semua komponen terpasang. Saatnya untuk merangkai Kit Power Supply nya.
Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.
Gainclone IC LM1875: Asli atau Palsu?
Senin, 25 Januari 2016 Diposting oleh mendem di 14.17.00 0 komentar![]() |
| Kiri LM1875T dari NS dan kanan adalah LM1875 |
Ini yang menjadi momok para DIY AUDIO pemula. Bagaimana mendapatkan IC yang asli atau original? Jawabannya pasti: spek fisik harus sesuai datasheet. Menyoal datasheet, LM1875 sesuai datasheet yang beredar hanya 2 perusahaan yang memproduksi yaitu Texas Instruments dan National Semiconductor.
Beberapa waktu lalu saya habiskan liburan pulang kampung ke Sukoharjo dan Solo. Sekitar 6 toko part Elektronik saya datangi,dan saya hanya menemui satu toko yang ready stock IC LM1875. OK,dapet ni barang. Tapi pertanyaan muncul, beberapa referensi mengingatkan untuk hati-hati terhadap IC palsu atau sablonan dari IC TDA.
Malang melintang saya mencari referensi bagaimana ciri fisik IC LM1875 yang asli dan bagaimana yang palsu.
Pelajaran pertama adalah: seharusnya perbanyak baca referensi baru beli.
Nah ini udah beli baru bingung asli-tidaknya,akhirnya ya terpaksa kroscek sana sini jalan kesana kemarin.
Salah satu teman penghobi audio khususnya cabutan, yaitu mas Agus dari Semarang bilang kalo cabutan yang asli itu gak ada coak. Saran dia,daripada pusing muter-muter lebih baik cari cabutan.
Ditambah dengan ilustrasi datasheet lanjut beberapa referensi dari kaskuser, beberapa blog audio seperti diyaudiku dan tjeret, serta beberapa grup di fb saya simpulkan sebagai pelajaran kedua.
Pelajaran kedua: ciri LM1875 atau LM1875T (NS ya, TI susah disini)
- Pastikan no coak. Bodinya kotak penuh. (utama)
- Ada tanda bulat pada bodi untuk menunjukkan pin pertama. (utama)
- Tulisan nama IC dan serial number sejajar dengan tanda bulat (ada yang bilang yang penting ic n serialnya aja sejajar)
- Logam nya doff.
- Kisaran harga 20-30-45rb. Selain itu over budget,mending impor. Hehe
Ada 2 hal lagi sebenarnya,yaitu dari bentuk pin dan warna tulisan. 2 hal ini agak sulit dipahami bagi saya.
Berangkat dari pelajaran tersebut, saya nyatakan IC saya palsu (gambar kanan). Kenapa? Hipotesa saya IC ini adalah hasil sablonan dari IC TDA2050 atau mungkin malah TDA2040 atau TDA2030 dari ST karena ciri fisik nya mirip sekali.
OK, berangkat lah saya mencari IC LM1875 yang saya idamkan bagaimana kualitas suara nya ini ke penjuru kota Semarang. Dan dapat di salah satu toko spare part elektronik hampir diujung Jalan MT Haryono. Saya mendapatkan IC dari gambar yang sebelah kiri. IC inilah yang saya yakini asli/ original.
Namun, saya berpikir ulang, kalau memang indiktornya coak dan tidak kemudian lurusnya tulisan, mungkin juga IC dari UTC buat disablon yak... Semoga saja banyak orang jujur diluar sana. Amin :D
Beberapa tips untuk yang yang hunting ini IC, saya rangkum menjadi pelajaran ketiga.
Pelajaran ketiga: Tips Hunting IC LM1875
- Pahami betul spesifikasi yang tercantum pada datasheet.
- Awali dengan browsing ke beberapa toko online sampai dengan kumpulan toko online. Bandingkan fisik dan harga.
- Bagi yang males jalan, boleh lah langsung order ke toko online itu.
- Bagi yang suka jalan, ini kesempatan juga buat ngobrol sesama penghobi di toko spare part elektronik. Sukur-sukur ketemu jodoh... Hehe
- Bagi yang suka jalan, saran saya adalah cari terutama toko yang tua. Toko tua punya stok yang cenderung asli.
Beberapa saya lampirkan foto perbandingan berikut:
![]() |
| Koleksi IC saya. |
Semoga bermanfaat. Sukses selalu.
Update:
Kemungkinan LM1875 saya adalah produksi UTC. Hal ini karena adanya coak pada body
Tapi kecurigaan saya adalah kenapa tidak ada label UTC pada body?
Mari saling belajar, yang mau berpendapat bisa melalui kolom komentar berikut.
Update:
Kemungkinan LM1875 saya adalah produksi UTC. Hal ini karena adanya coak pada body
Tapi kecurigaan saya adalah kenapa tidak ada label UTC pada body?
Mari saling belajar, yang mau berpendapat bisa melalui kolom komentar berikut.
Label:
Amplifier,
audiophiller,
DIY,
diyaudio,
fakelm1875,
Gainclone,
gainclonepalsu,
hifi,
hifiaudio,
hobiaudio,
lm1875,
lm1875aspal,
lm1875original,
lm1875t,
poweramplifier,
proyek1
Cerita Awal
Jumat, 22 Januari 2016 Diposting oleh mendem di 12.42.00 0 komentar
Elektronika..Part kecil-kecil disolder..
Tancapkan sumber listrik..
dan...
Walaaaa.... It works!
Kurang lebih asiknya main elektronika.
Saya bukan ahli, saya hanya gemar otak-atik elektronika. Kedepan, blog ini akan dikhususkan untuk berbagi pengalaman sesama hobi elektronika khususnya audio.
Tancapkan sumber listrik..
dan...
Walaaaa.... It works!
Kurang lebih asiknya main elektronika.
Saya bukan ahli, saya hanya gemar otak-atik elektronika. Kedepan, blog ini akan dikhususkan untuk berbagi pengalaman sesama hobi elektronika khususnya audio.
Symasym, Amplifier Rakitan Suara Bagus dengan Biaya Murah
Senin, 20 Juli 2015 Diposting oleh mendem di 18.09.00 0 komentar![]() |
| Kit Symasym 5.3 Amplifier Rakitan Suara Bagus dengan Biaya Murah |
Untuk merakit Symasym ini sebenar nya sangat mudah. Karena di internet sudah banyak tersedia review dan referensi pendukung nya. Di sana sudah tersedia skema, PCB layout, cara setting amplifier, dll. URL berikut ini bisa dijadikan pertimbangan dan rujukan bila anda ingin merakit Symasym amplifier:
- http://www.lf-pro.net/mbittner/Sym5_Webpage/symasym5.html MikeB Official Website
- http://www.diyaudio.com/forums/solid-state/60918-explendid-amplifier-designed-michael-bittner-our-mikeb.html Forum Diskusi
- http://web.telecom.cz/macura/review.htm Symasym Amplifier Review by Pavel
- http://www.cnet.de/41004303/symasym-stereo-vollverstaerker-im-eigenbau-1000-euro-gespart/ CNET Germany Review
MikeB review:
"Symasym benar-benar luar biasa!
Karakteristik yang menonjol adalah dinamika yang lebar, menghasilkan bass yang mantap, dalam, dan bertenaga. Dan yang istimewa reprodusi suara yang detail dan rinci, tanpa kolorasi suara. Staging-nya benar-benar 3 dimensi. Bak menikmati suara panggung yang luar biasa!
Ketika ampli di nyalakan/ dimatikan ON/OFF tidak menimbulkan suara-suara aneh seperti tuk atau duk. Benar-benar jernih silent.
Suaranya cukup menyenangkan, tidak ada treble berlebih atau palsu, lembut tapi sangat transparan. Semua jenis musik bisa dimainkan cukup apik oleh Symasym."
Pavel Macura review:
"Hal pertama yang saya rasakan dari Symasym adalah terdengar dinamis, tegas, tidak kasar, dan tidak ada kolorasi suara. Awal yang sangat baik.
Untuk burning saya memulai dengan CD santai, seperti Diana Krall, Patricia Barber, Joao/ Astrud Gilberto/ Stan Getz. Symasym berhasil memainkan sangat hidup dan bagus. Artikulasi suara yang benar-benar pas. Bass halus, vocal dan nada tinggi rinci dan detail.
Setelah ampli benar-benar performa, saya mulai memainkan musik yang serius.
Ludwig van Beethoven, Piano Concertos Nos. 1-5. Bila menggunakan amplifier biasa suara jadi mblenyek. Banyak detail yang hilang. Symasym mampu memainkan semua suara instrument serius cukup hidup dan indah. Suara piano terasa cukup nyata.
Untuk melakukan tes puncak dinamis, saya mencoba Hector Berlioz Symphonie fantastique, mov. iV - March to the Scaffold (Telarc), and AntonÃn Dvorák From The New World, mov. I Adagio (Telarc). Ada peaks yang lebar dari drum dan timpani, yang sering terkompresi atau terhapus oleh amplifier biasa. Symasym terbukti mampu memainkan cukup poweful, dinamis dan tidak terdistorsi."
Friedrich Schmidt/ Cnet Germany review:
"Perjuangan merakit amplifier selama berhari-hari terbayar sudah. Ketika Symasym terhubung ke soundcard. Suara terdengar murni. Tidak ada yang berlebih atau kurang. Tidak peduli jenis musik apa yang di masukkan ke Symasym, selalu terdengar luar biasa - terasa lebih hangat dari transistor Symasym/ Toshiba. Satu yang pasti: GainClone yang saya rakit sebelumnya, tinggal menghitung hari untuk istirahat."
Mohon maaf bila terjemahan saya hal review diatas kurang pas. Silakan baca sendiri pada link-link diatas nya. Saya bukan ahli bahasa dan penerjemah yang baik.
Atma Review:
"Saya selalu merakit amplifier dengan komponen seada nya dulu. karena amplifier yang bagus, sudah akan terasa bagus walau dirakit dengan komponen standar. Yang saya alami persis pengalaman Friedrich Schmidt. Terbayar sudah perjuangan menyiapkan dan merakit amplifier selama berhari-hari. Walau dengan komponen sederhana sudah dapat dirasakan kualitas Symasym ini. Jenih dan murni. Agar benar-benar bisa menikmati Symasym ini saya rakit satu lagi dengan komponen audio grade. Peningkatan kualitas suara benar-benar terasa. Sempurna"
Review saya kali ini benar-benar saya ringkas aja. Lain kali akan saya tulis lebih detail. Saya sarankan untuk membaca dengan detail dan teliti pada link-link yang saya rekomendasikan
Symasym 5.3 specs:
"Symasym benar-benar luar biasa!
Karakteristik yang menonjol adalah dinamika yang lebar, menghasilkan bass yang mantap, dalam, dan bertenaga. Dan yang istimewa reprodusi suara yang detail dan rinci, tanpa kolorasi suara. Staging-nya benar-benar 3 dimensi. Bak menikmati suara panggung yang luar biasa!
Ketika ampli di nyalakan/ dimatikan ON/OFF tidak menimbulkan suara-suara aneh seperti tuk atau duk. Benar-benar jernih silent.
Suaranya cukup menyenangkan, tidak ada treble berlebih atau palsu, lembut tapi sangat transparan. Semua jenis musik bisa dimainkan cukup apik oleh Symasym."
Pavel Macura review:
"Hal pertama yang saya rasakan dari Symasym adalah terdengar dinamis, tegas, tidak kasar, dan tidak ada kolorasi suara. Awal yang sangat baik.
Untuk burning saya memulai dengan CD santai, seperti Diana Krall, Patricia Barber, Joao/ Astrud Gilberto/ Stan Getz. Symasym berhasil memainkan sangat hidup dan bagus. Artikulasi suara yang benar-benar pas. Bass halus, vocal dan nada tinggi rinci dan detail.
Setelah ampli benar-benar performa, saya mulai memainkan musik yang serius.
Ludwig van Beethoven, Piano Concertos Nos. 1-5. Bila menggunakan amplifier biasa suara jadi mblenyek. Banyak detail yang hilang. Symasym mampu memainkan semua suara instrument serius cukup hidup dan indah. Suara piano terasa cukup nyata.
Untuk melakukan tes puncak dinamis, saya mencoba Hector Berlioz Symphonie fantastique, mov. iV - March to the Scaffold (Telarc), and AntonÃn Dvorák From The New World, mov. I Adagio (Telarc). Ada peaks yang lebar dari drum dan timpani, yang sering terkompresi atau terhapus oleh amplifier biasa. Symasym terbukti mampu memainkan cukup poweful, dinamis dan tidak terdistorsi."
Friedrich Schmidt/ Cnet Germany review:
"Perjuangan merakit amplifier selama berhari-hari terbayar sudah. Ketika Symasym terhubung ke soundcard. Suara terdengar murni. Tidak ada yang berlebih atau kurang. Tidak peduli jenis musik apa yang di masukkan ke Symasym, selalu terdengar luar biasa - terasa lebih hangat dari transistor Symasym/ Toshiba. Satu yang pasti: GainClone yang saya rakit sebelumnya, tinggal menghitung hari untuk istirahat."
Mohon maaf bila terjemahan saya hal review diatas kurang pas. Silakan baca sendiri pada link-link diatas nya. Saya bukan ahli bahasa dan penerjemah yang baik.
Atma Review:
"Saya selalu merakit amplifier dengan komponen seada nya dulu. karena amplifier yang bagus, sudah akan terasa bagus walau dirakit dengan komponen standar. Yang saya alami persis pengalaman Friedrich Schmidt. Terbayar sudah perjuangan menyiapkan dan merakit amplifier selama berhari-hari. Walau dengan komponen sederhana sudah dapat dirasakan kualitas Symasym ini. Jenih dan murni. Agar benar-benar bisa menikmati Symasym ini saya rakit satu lagi dengan komponen audio grade. Peningkatan kualitas suara benar-benar terasa. Sempurna"
Review saya kali ini benar-benar saya ringkas aja. Lain kali akan saya tulis lebih detail. Saya sarankan untuk membaca dengan detail dan teliti pada link-link yang saya rekomendasikan
Symasym 5.3 specs:
- THD: ~0.005% (measured) sim'd: 0.002%
- Power into 8ohm: 60 watts
- Power into 4ohm: 100 watts
- Gain: 32dB (~1:40) full output at 0.7v input (0.5v rms)
- Feedback: 57dB
- Phase margin: > 90°
- Supply voltage: +/- 36vdc
- Biasing: 55ma, 12.1mv
- Frequency response: 3.2hz to 145khz (-1db) using 4.7uf input cap
- Phaseshift at 10khz: <3°
Kit Radio FM Mini dan Stereo Tuner FM
Sabtu, 27 Juni 2015 Diposting oleh mendem di 12.06.00 3 komentar![]() |
| Kit Radio FM Mini dan Stereo Tuner FM dengan Tuning menggunakan Pontensio |
Di toko-toko elektronik sudah banyak di jual kit radio FM. sedak nya ada 3 model yang tersedia.
- Yang paling populer kit radio FM dengan USB dan SD card MP3 player, menggunakan rangkaian dasar radio FM dengan IC TDA7088 dengan tuning forward button plus chip mp3. Kita dipaksa memilih gelombang FM dengan cara harus maju. Tidak ada pilihan gelombang mundur. Radio FM macam ini sangat tidak ergonomis. Kit FM mp3 player ini tidak nyaman untuk mencari gelombang. Selain itu radio nya tidak peka. Hanya bisa menerima beberapa gelombang radio saja.
- Yang kedua kit tuner FM yang biasa nya terdiri dari blok tuner built-up disambungkan ke pcb FM stereo dekoder LA3361 atau disambungkan ke amplifier mono TDA2822. Biasa nya dengan label anti desis. Ada yang sensitif ada pula yang tidak. Tergantung blok tuner FM nya. Kelemahan kit ini terlalu susah di pasang pada box.
- Ke-3 kit radio AM-FM klasik dengan tuning menggunakan varco. Kit ini juga susah di pasang pada box, karena dimensi nya biasa nya cukup besar dan sulit menyediakan knob tuning untuk varco
Saya mencoba membuat kit radio FM yang ringkas, sensitif dan mudah dipasang. Ada beberapa pilihan chip radio FM yang bisa digunakan. Ada Sony CXA1019S, CXA1019S, Philips TEA5711, TDA7000, TDA7021, TDA7088, dll.
Akhir nya saya memilih Toshiba TA2003, TA8164, CD2003 karena desain nya cukup simple. Bisa di aplikasikan menjadi radio FM mini dengan catudaya 3v cukup menggunakan 2 batere dengan menggunakan power ampli mini TDA2822. Atau dijadikan FM stereo tuner dengan menambahakan MPX stereo decoder seperti LA3361, LM1310, AN7415, MC1310, CA3090, TA7343 dll.
Untuk bagian tuning saya memilih menggunakan potensio dengan pertimbangan mudah untuk di pasang dan digabungkan dengan box model apa saja.
Untuk kit radio FM ini saya menyediakan 3 pilihan
- Fm tuner mono. Ukuran sangat kecil. sekitar 4x6 cm. Praktis, bisa ditambahkan ke model amplifer apa saja, dengan tuning potensio.
- Radio FM mini lengkap dengan power ampli TDA2822 BTL. Kit radio mini dengan ukuran sekitar 6x10 cm bisa di catu menggunakan batere atau adaptor 3v-12v.
- Kit stereo FM tuner seperti terlihat pada foto diatas.
Ideal nya kit radio FM ini dilengkapi dengan frekuensi counter display. Desain FM frekuensi counter display saat ini sedang saya siapkan dan kit nya segera menyusul. Yang utama kit radio FM sudah berfungsi dengan baik.
LM1875, LM3886, LM3875 Gainclone Chelsea FC Edition Kit dan PCB
Senin, 15 Juni 2015 Diposting oleh mendem di 18.18.00 0 komentar![]() |
| LM1875, LM3886, LM3875 Gainclone Chelsea FC Edition Kit dan PCB |
Chelsea FC Edition modular gainclone LM1875, LM3886 dan LM3875 ini masing-masing terdiri dari 5 modul PCB/kit:
- 2 modul PCB/ kit gainclone LM1875/ LM3886/ LM3875
- 1 modul PCB/ kit snubbered PSU
- 1 modul PCB/ kit volume control
- 1 modul PCB/ kit buffer op-amp.
Jadi anda bisa memilih 1paket PCB saja maupun 1paket kit.
Harga 1paket PCB Chelsea FC Edition modular gainclone LM1875, LM3886 dan LM3875 (terdiri dari 5pcb) Rp 50.000,-
Harga 1paket kit Chelsea FC Edition modular gainclone LM1875 (terdiri dari 5 modul kit) Rp 350.000,-
Harga 1paket kit Chelsea FC Edition modular gainclone LM3886 (terdiri dari 5 modul kit) Rp 450.000,-
Harga 1paket kit Chelsea FC Edition modular gainclone LM3875 (terdiri dari 5 modul kit) Rp 600.000,-
Kit Apex H900 TEF Power Amplifier Untuk Lapangan
Minggu, 22 Maret 2015 Diposting oleh mendem di 15.09.00 0 komentar![]() |
| Kit Apex H900 TEF Power Amplifier untuk Outdoor |
Pengujian menggunakan speaker lapangan 4x 18 inchi. Hasil nya low/ mid low, vocal dan high direproduksi cukup lantang dan utuh. Meskipun demikian bagi yang fanatik dengan bass yang cukup rendah sebaik nya menggunakan tambahan amplifier khusus untuk very low bass/ Subwoofer. Jujur saja untuk nada very low bass menurut saya masih kurang.
Meskipun digunakan berjam-jam suara yang dihasilkan amplifier panggung ini cukup stabil dan bagus. Suara nya powerful. Panasnya normal. Nada bass terasa menghantam dan utuh/ punch, vocal terdengar jelas dan natural, sementara nada-nada tinggi terdengar cukup baik.
Lalu bagaimana kualitas suara Apex H900 TEF ini dengan amplifer built-up? Meskipun rakitan kualitas suara nya cukup baik. Sebanding dengan amplifer build-up.
Apex H900 TEF ini hasil pengembangan dari power amplifier Apex H900 by Mr. Mile Slavkovic.
Untuk harga silakan sms ke nomor hp saya. Selain dalam bentuk kit saya juga jual/ sedia PCB nya.
Wirausaha Indonesia Sulit Bertumbuh Salah Siapa?
Kamis, 19 Maret 2015 Diposting oleh mendem di 13.18.00 0 komentarTadi pagi saya mendapat sms dari teman tentang ada nya penangkapan perakit TV. Saya dimintai tanggapan tentang masalah ini. Cukup menarik. Saya tidak akan melihat masalah ini dari sisi orang elektronika saja.
"Merdeka.com - Meski hanya berpendidikan atau tamatan Sekolah Dasar (SD), MH (41) warga Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah cukup lihai dalam bidang elektronik. Namun keterampilannya dalam hal mengutak-atik elektronik ini membuat MH terjerat dalam kasus pidana dan berurusan dengan petugas Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng." Tulisan ini saya ambil dari merdeka.com Selasa, 17 Maret 2015
Inilah salah satu gambaran nyata yang terjadi di negeri kita Indonesia tercinta. Bila ada kasus-kasus seperti ini mestinya ada tindakan pemerintah yang sifat nya koordinatif antara instansi-instansi terkait. Dalam hal ini menerut saya harus ada koordinasi dari dinas perindustrian, perdagangan, tenaga kerja dan industri kreatif. Bila koordinasi dari dinas-dinas tersebut tidak berhasil barulah polisi mengambil tindakan.
Pantas saja wirausaha Indonesia sulit bertumbuh bila cara kerja pemerintah kita seperti ini. Bila ada seseorang punya minat membangun usaha wiraswasta, siapa lagi yang bisa membantu kalau bukan dinas-dinas terkait tersebut diatas. Bila usahawan melakukan kesalahan karena belum mengerti aturan harus nya dinas-dinas terkait membantu menyelesaiakan nya.
Aneh nya polisi malah menjerat pelaku wirausaha pemula dengan pasal-pasal pidana. Lalu kapan bangsa kita bisa maju dan mandiri?
Coba kita lihat sejenak ke negara-negara yang cukup berhasil mengembangkan industri kecil nya, dan bahkan menjadi industri raksasa mengusai pasar dunia. Kita semua pasti kenal iPhone, iPad dan iPod. Apple komputer juga bermula dari usaha rakitan elektronik rumahan. Steve Jobs membuka bengkel elektronik di garasi rumah nya. karena iklim usaha yang mendapatkan dukungan yang baik dari pemerintah di negeri paman Sam, akhirnya Apple Corp. mejadi raksasa bisnis yang sangat disegani di seluruh dunia. Amerika Serikat sangat selektif masuknya produk asing, dan sangat melindungi produk mereka di seluruh dunia.
Demikian juga di Eropa. Di Inggris, Belanda, Denmark banyak sekali indistri rumah tangga yang cukup tangguh karena dukungan pemerintan di negeri nya. Di Asia, China juga bisa menjadi contoh. Di Australia misalnya Teufel Speaker yang memulai dari usaha rumahan, sekarang menjadi perusahaan international yang memiliki pabrik di banyak negara. Di Jepang, tak usaha saya kasih contoh lagi. Semua orang sudah tahu.
Saat ini kita banyak sekali dipaksa dalam tanda petik. Pergi kemana-mana di paksa pakai kendaraan made in Japan, made in USA, dll. Ngisi BBM dipaksa pakai Pertamina, minum dipaksa pakai PDAM, dll. Karena kita dan pemerintah kita tidak memiliki kemampuan untuk membangun atau menyediakan alternatif nya.
Sampai kapan kita akan terus seperti ini. Tentu saja semua nya akan kembali kepada kita. Mari kita semua berbenah ke arah yang lebih baik. Terus kreatif dan inovatif. Maaf saya tidak bermaksud menggurui siapapun. Just share my opinion.
"Merdeka.com - Meski hanya berpendidikan atau tamatan Sekolah Dasar (SD), MH (41) warga Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah cukup lihai dalam bidang elektronik. Namun keterampilannya dalam hal mengutak-atik elektronik ini membuat MH terjerat dalam kasus pidana dan berurusan dengan petugas Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng." Tulisan ini saya ambil dari merdeka.com Selasa, 17 Maret 2015
Inilah salah satu gambaran nyata yang terjadi di negeri kita Indonesia tercinta. Bila ada kasus-kasus seperti ini mestinya ada tindakan pemerintah yang sifat nya koordinatif antara instansi-instansi terkait. Dalam hal ini menerut saya harus ada koordinasi dari dinas perindustrian, perdagangan, tenaga kerja dan industri kreatif. Bila koordinasi dari dinas-dinas tersebut tidak berhasil barulah polisi mengambil tindakan.
Pantas saja wirausaha Indonesia sulit bertumbuh bila cara kerja pemerintah kita seperti ini. Bila ada seseorang punya minat membangun usaha wiraswasta, siapa lagi yang bisa membantu kalau bukan dinas-dinas terkait tersebut diatas. Bila usahawan melakukan kesalahan karena belum mengerti aturan harus nya dinas-dinas terkait membantu menyelesaiakan nya.
Aneh nya polisi malah menjerat pelaku wirausaha pemula dengan pasal-pasal pidana. Lalu kapan bangsa kita bisa maju dan mandiri?
Coba kita lihat sejenak ke negara-negara yang cukup berhasil mengembangkan industri kecil nya, dan bahkan menjadi industri raksasa mengusai pasar dunia. Kita semua pasti kenal iPhone, iPad dan iPod. Apple komputer juga bermula dari usaha rakitan elektronik rumahan. Steve Jobs membuka bengkel elektronik di garasi rumah nya. karena iklim usaha yang mendapatkan dukungan yang baik dari pemerintah di negeri paman Sam, akhirnya Apple Corp. mejadi raksasa bisnis yang sangat disegani di seluruh dunia. Amerika Serikat sangat selektif masuknya produk asing, dan sangat melindungi produk mereka di seluruh dunia.
Demikian juga di Eropa. Di Inggris, Belanda, Denmark banyak sekali indistri rumah tangga yang cukup tangguh karena dukungan pemerintan di negeri nya. Di Asia, China juga bisa menjadi contoh. Di Australia misalnya Teufel Speaker yang memulai dari usaha rumahan, sekarang menjadi perusahaan international yang memiliki pabrik di banyak negara. Di Jepang, tak usaha saya kasih contoh lagi. Semua orang sudah tahu.
Saat ini kita banyak sekali dipaksa dalam tanda petik. Pergi kemana-mana di paksa pakai kendaraan made in Japan, made in USA, dll. Ngisi BBM dipaksa pakai Pertamina, minum dipaksa pakai PDAM, dll. Karena kita dan pemerintah kita tidak memiliki kemampuan untuk membangun atau menyediakan alternatif nya.
Sampai kapan kita akan terus seperti ini. Tentu saja semua nya akan kembali kepada kita. Mari kita semua berbenah ke arah yang lebih baik. Terus kreatif dan inovatif. Maaf saya tidak bermaksud menggurui siapapun. Just share my opinion.
Speaker Aktif Rusak
Sabtu, 24 Januari 2015 Diposting oleh mendem di 17.15.00 0 komentarKata-kata speaker aktif rusak juga termasuk pertanyaan yang paling banyak ditanyakan ke saya. Paling banyak adalah pertanyaan seputar speaker Simbadda rusak. Mungkin ini karena Simbadda merupakan produk speaker aktif yang cukup laris dan populer di Indonesia. Simbada CST Z100 saya rusak pak Atma, apa bapak punya kit nya? Cukup sering ditanya. Jawabnya: saya tidak membuat kloning atau menjiplak rangkaian speaker aktif dari merk lain. Kit speaker aktif yang saya produksi adalah murni rangkaian dan desain saya sendiri.
Jadi bila speaker aktif anda rusak, saya tidak bisa menyediakan kit atau mesin atau komponen atau spare part atau rangkain pengganti yang sama persis seperti pada speaker aktif anda. Coba hubungi dealer resmi nya aja. Biasa nya mereka menyediakan spare part komponen guna service speaker aktif anda yang rusak.
Mungkin kit produk saya bisa digunakan untuk mengganti rangkaian speaker aktif rusak anda dengan beberapa penyesuaian. Untuk produk kit speaker aktif 2.1s ( 21 sistem) bisa dilihat di sini. Sedang untuk mengganti rangkaian speaker aktif anda yang model stereo tanpa subwoofer bisa menggunakan kit saya di sini. Ada juga kit-kit model dan seri lain yang belum sempat saya posting di blog ini.
Jadi bila speaker aktif anda rusak, saya tidak bisa menyediakan kit atau mesin atau komponen atau spare part atau rangkain pengganti yang sama persis seperti pada speaker aktif anda. Coba hubungi dealer resmi nya aja. Biasa nya mereka menyediakan spare part komponen guna service speaker aktif anda yang rusak.
Mungkin kit produk saya bisa digunakan untuk mengganti rangkaian speaker aktif rusak anda dengan beberapa penyesuaian. Untuk produk kit speaker aktif 2.1s ( 21 sistem) bisa dilihat di sini. Sedang untuk mengganti rangkaian speaker aktif anda yang model stereo tanpa subwoofer bisa menggunakan kit saya di sini. Ada juga kit-kit model dan seri lain yang belum sempat saya posting di blog ini.
Gainclone itu amplifier apa?
Kamis, 08 Januari 2015 Diposting oleh mendem di 10.47.00 0 komentarSudah lebih dari seribu kali saya ditanya. Gainclone itu apa? Gainclone itu amplifier apa sih? Amplifier Gainclone itu seperti apa? Di pasaran banyak sekali amplifier rakitan mengaku merupakan Gainclone. Bahkan rakitan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Gainclone banyak orang awam yang menyebut sebagai Gainclone.
Gainclone yang sesungguhnya adalah cloning amplifier GAINCARD karya Kimura-San produksi 47 laboratory Jepang, perusahaan ini lebih dikenal dengan nama 47labs. Amplifier Gaincard -nya om Kimura San ini sangat sederhana. Dua buah amplifier mono block power amplifier LM3875TF dimana panel depan dan belakang dijadikan satu sehingga membentuk power amplifier stereo.
Gainclard ini tanpa pre-amplifier. Hanya power amplifer LM3875 dengan komponen pendukung yang dibuat sependek mungkin jalur-jalur nya. PCB layout Gainclone LM3875 yang paling mendekati model Gaincard amplifier saya rasa produk Audiosector .
Pada bagian volume Gaincard tidak menggunakan potensio meter tapi menggunakan stepped attenuator volume control.
Karena bagian power amp berupa mono block maka power supply nya menggunakan dua psu terpisah. untuk stereo jadi memakai 2 buah trafo model trafo R-core.
Yang menarik GAINCARD ini tidak menggunakan komponen-komponen kelas high-end yang mahal-mahal. Sama seperti amplifier NAD3020 yang pernah saya ulas beberapa waktu yang lalu.
Gaincard 47labs ini hanya menggunakan komponen-komponen produksi Jepang. Memang orang Jepang benar-benar made in Japan minded. Sangat mencintai produk dalam negeri mereka. Meski hanya menggunakan komponen audio grade produksi lokal Jepang, kualitas suara GAINCARD ini diakui oleh audiophiler diseluruh dunia, sehingga di buat cloningan nya dalam berbagai versi Gainclone sebagai ampli alternatif. Ini merupakan pilihan yang bijak bagi yang suka rangkain simple dengan dana yang terbatas.
Gainclone yang sesungguhnya adalah cloning amplifier GAINCARD karya Kimura-San produksi 47 laboratory Jepang, perusahaan ini lebih dikenal dengan nama 47labs. Amplifier Gaincard -nya om Kimura San ini sangat sederhana. Dua buah amplifier mono block power amplifier LM3875TF dimana panel depan dan belakang dijadikan satu sehingga membentuk power amplifier stereo.
Gainclard ini tanpa pre-amplifier. Hanya power amplifer LM3875 dengan komponen pendukung yang dibuat sependek mungkin jalur-jalur nya. PCB layout Gainclone LM3875 yang paling mendekati model Gaincard amplifier saya rasa produk Audiosector .
Pada bagian volume Gaincard tidak menggunakan potensio meter tapi menggunakan stepped attenuator volume control.
Karena bagian power amp berupa mono block maka power supply nya menggunakan dua psu terpisah. untuk stereo jadi memakai 2 buah trafo model trafo R-core.
Yang menarik GAINCARD ini tidak menggunakan komponen-komponen kelas high-end yang mahal-mahal. Sama seperti amplifier NAD3020 yang pernah saya ulas beberapa waktu yang lalu.
Gaincard 47labs ini hanya menggunakan komponen-komponen produksi Jepang. Memang orang Jepang benar-benar made in Japan minded. Sangat mencintai produk dalam negeri mereka. Meski hanya menggunakan komponen audio grade produksi lokal Jepang, kualitas suara GAINCARD ini diakui oleh audiophiler diseluruh dunia, sehingga di buat cloningan nya dalam berbagai versi Gainclone sebagai ampli alternatif. Ini merupakan pilihan yang bijak bagi yang suka rangkain simple dengan dana yang terbatas.
Menggulung Trafo Toroid bekas stavolt
Rabu, 31 Desember 2014 Diposting oleh mendem di 08.17.00 0 komentarBerhubung dapet rongsokan stavolt 500VA dari kampung, dan kondisinya udah tidak memungkinkan untuk diperbaiki, trafonya gosong kebakar, motornya karatan dan kabelnya banyak yang putus, akhirnya saya putuskan untuk mengambil trafonya.
Trafo ini rencana mau saya pakai ngembat DX Amp stereo 2x100w yang memerlukan tegangan simetris 35v DC dari 25v AC. Diameter kawat sekunder yang dipilih adalah 1mm yang mampu hingga 5A per rail, jadi total dayanya 5A x 25v x 2= 250VA. Dari daya sekunder tsb dipilihlah kawat primer 0.5mm untuk arus 1.25A, jadi total dayanya adalah 1.25A x 220v= 275VA, anggaplah 25VA adalah rugi daya dalam trafo
Berdasarkan baca-baca di salah satu forum, toroid bekas stavol 500VA membutuhkan 800-an gulungan untuk primernya. Gulungan per voltnya harus dicari secara manual (caranya ada di bawah)
![]() |
| Core stavolt 500VA |
Bahan:
Core toroid bekas stavolt 500VA
Kawat email 0.5mm 2 ons
Kawat email 1mm 2 x 1ons
Selotip kertas (masking tape)
Kertas prespan
Kabel 1mm, warna harus berbeda
Aluminium foil atau lembaran tembaga
Selongsong bakar
Timah solder
Waktu dan pikiran :)
1. Tutupi core dengan kertas prespan.
Kertas prespan disini fungsinya sebagai isolator antara gulungan primer. Untuk perekatnya gunakan selotip kertas, karena kertas lebih tahan panas daripada plastik
2. Menggulung gulungan primer.
Sebelum menggulung kawat, buat alat penggulungnnya dari karton tebal atau tripleks, agar bisa masuk ke lubang di tengah-tengah core. Kemudian gulung searah jarum jam atau berlawanan terserah, yang penting arah gulungan primer dan sekunder sama. Gulungan harus rapat dan rapi, jika tidak trafo akan bergetar jika diberi beban maksimum. Untuk gulungan primernya tidak saya hitung secara pasti, jadinya harus dites dulu gulungan per volt untuk sekundernya
3. Pasang kabel penghubung
Sebelumnya, gosok kedua ujung kawat email dengan ampelas untuk menghilangkan lapisannya. Setelah itu sambung kawat dan kabel menggunakan solder. Untuk isolator dan memperkuat sambungan, gunakan selongsong bakar.
4. Tes gulungan primer
Untuk pengetesan pertama, dengan multimeter, posisikan saklar ke ohm atau buzzer, dan hubungkan ke ujung2 gulungan primer, pastikan tidak putus dan hambatannya tidak nol ohm
Pengetesan kedua, dihubungkan seri dengan bohlam 10w keatas dan hubungkan ke AC 220v, jika bohlam menyala terang maka gulungan short/korslet, jika redup, gulungan masih kurang, jika tidak menyala, gulungan primer sudah siap dan Tutupi gulungan primer dengan selotip kertas dan kertas prespan
5. Tes gulungan per volt
Dari gambar di atas, terbaca 3.13 volt berarti 12 lilitan dibagi 3 (dibulatkan dari 3.13) hasilnya 4 gulungan per volt. Setelah selesai, lepas kembali gulungan tsb dan lanjut ke tahap berikutnya
6. Memasang screen atau shield
Gunakan aluminium foil atau lembaran tembaga dan pasang mengelingi trafo, kemudian beri kabel penghubung yang nantinya akan disambung ke ground chassis atau tanah, selanjutnya tutupi dengan kertas prespan.
Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung dari kebocoran arus AC input dan fluks magnetik yang akan menimbulkan dengung pada amplifier. Lapisan ini banyak ditemukan pada trafo ampli build up atau trafo SMPS pada TV
6. Menggulung gulungan sekunder
Untuk sekunder 25v maka 25v x 4 npv= 100n (n= jumlah gulungan) dan trafo tersebut akan saya jadikan dual secondary maka menggunakan dua kawat yang digulung sekaligus agar tegangan antara rail (+) dan (-) benar benar simetris. Setelah selesai, tes tengangan sekunder, pasang kabel penghubung dan tutup dengan kertas prespan (keliling luarnya saja) dan selotip kertas (ditutup semua)
Untuk gulungan sekunder tambahan caranya sama seperti di atas, tinggal dihitung saja jumlah gulungannya
7. Finishing
Jika sudah selesai,tutup seluruh permukaan trafo dengan selotip plastik dan beri finishing yang bagus
8. Tes voltase sekunder
Trafo langsung dicolok ke tegangan 220v dan tes tegangan sekunder di masing-masing rail
![]() |
| Sekunder 1 |
![]() |
| Sekunder 2 |
![]() |
| Dari sekunder trafo 25.5V AC jadi 33.2VDC, dengan beban R bleeder 2k2 2W |
9. Tes Beban
Beban yang saya gunakan berupa lampu foglamp 12V 35W 2 buah diseri dan dibebankan langsung ke salah satu sekunder trafo
arus terbaca 3.25A, dan voltase drop ke 23.8V, jadi total dayanya adalah 3.25 x 23.8= 77.35W, dipanjer satu jam trafo agak hangat (entah ini normal atau enggak, saya kurang tahu)
Donat siap disajikan bersama DX Amp, siap disantap hangat-hangat :D
Mungkin anda perlu
http://www.williamsonic.com/WireTable/
http://elektronikakreatif.blogspot.com/2011/03/kekuatan-kawat-email-trafo_14.html
DX Amplifier Classic
Kamis, 25 Desember 2014 Diposting oleh mendem di 14.46.00 0 komentarAkhirnya setelah meluangkan waktu, saya bisa merakit salah satu ampli rancangan om Carlos Mergulhao. Untuk komponen saya pakai seadanya di laci dan nyabutin dari kit yang nggak kepakai. Untuk skema bisa dilihat di bawah ini
Ampli ini menganut Linn topology, topologi ini juga yang dianut oleh kit ampli legendaris di Indonesia, yaitu "OCL 150". Transistor 2N5401 sebagai LTP, BD139 sebagai VAS, BD140/BD139 sebagai transistor bias, TIP31/32 sebagai driver dan 2SC5200/2SA1943 sebagai final.
Ampli ini cukup unik, karena tidak adanya ballast resistor pada kaki emitter transistor final. Komponen yang digunakan sangat mudah didapat, untuk R bias 2k bisa diganti 2k2 atau 1k diseri 2 buah.
Komponen yang saya gunakan semua mengikuti skema, kecuali transistor bias, saya ganti dengan BD140, elco supply saya ganti 1000uF 50v, dan elco feedback tidak saya bypass dengan cap 100nF.
Kalau dilihat hasilnya gak terlalu buruk, meskipun ini pertama kalinya saya merakit amplifier BJT, dari sebelumnya yang hanya mainan gainclone sama chip amp
| Arus bias |
Untuk mengatur arus bias, posisikan saklar multimeter ke 2V DC, hubungkan probe (+) multimeter ke (+) PSU dan probe (-) hubungkan setelah resistor 10 ohm yang menuju ke ampli, dan putar trimpot VR3, atur dari 0.8v hingga 1.2v, semakin besar arus biasnya, semakin panas pula transistor finalnya.
| DC offset |
Setelah semuanya selesai, lepas resistor 10 ohm, kemudian pasang speaker dan input.
Dengan mengucap Bismillahirohmanirohim... colok input ke laptop dan pencet play.................. dan akhirnya DX Amp by Carlos Mergulhao berdendang juga.
Baru memainkan 2 lagu dengan volume 70% heatsink sudah panas banget. Baru mau ngambil heatsink yang gedean dikit, kabel rail negatif kesenggol dan terlepas. Akhirnya transistor finalnya puanas banget dan keluar jinnya :D.
Hmmm... DX amp ini kayaknya akan terbengkalai sementara waktu, karena saya banyak orederan. Postingan ini akan saya update lain waktu
LED Cube dengan IC 4020 (Tanpa mikrokontroller)
Sabtu, 06 Desember 2014 Diposting oleh mendem di 14.56.00 0 komentar
Bikin LED cube tanpa mikro?? Nggak mustahil bro... tinggal tancep aja sudah bisa. Lumayan bisa buat hiasan di ruang tamu :D
Modalnya cuma pake IC 555, IC 4020, trimpot atau potensio 10k, elco 10uF, kapasitor 100nF dan LED tentunya.
Rangkaian ini cukup sederhana dan mudah dipahami, sehingga bisa dicoba di project board atau breadboard
Modalnya cuma pake IC 555, IC 4020, trimpot atau potensio 10k, elco 10uF, kapasitor 100nF dan LED tentunya.
Rangkaian ini cukup sederhana dan mudah dipahami, sehingga bisa dicoba di project board atau breadboard
| Skema LED Cube |
Rangkaian ini terdiri dari 27 buah LED disusun membentuk kubus (cube) 3x3x3 yang di-drive oleh IC 4020. IC 4020 merupakan 14 stage binary counter, tetapi kita hanya menggunakan 9 buah output. Arus maksimal dari output IC ini cukup kecil, hanya 15 mA, ini artinya kita bisa menggunakan 3 buah led yang diseri tiap outputnya. IC 4017 menghasilkan 512 pola nyala LED, kecepatan perubahan pola tersebut bisa diatur melalui trimpot 10k. Trimpot ini digunakan untuk mengatur frekuensi pulsa yang dihasilkan IC 555 yang diumpankan ke IC 4020
Awalnya mungkin anda agak bingung merangkai LED ini, kalau bingung bisa melihat gambar di bawah ini
Setelah LED siap, bisa dirangkai di project board atau langsung disolder di PCB, power supply-nya bisa pakai baterai kotak 9v atau adaptor 9v.
Kelemahan dari rangkaian ini adalah LED hanya 3x3x3 dan polanya terbatas, kalau mau lebih ya. harus pakai mikrokontroller bisa dioprek lebih jauh :)
Tetapi rangkaian ini cocok untuk anda yang baru belajar elektro
Untuk videonya segera menyusul :)
Selamat mencoba ^_^
Cara Mengatasi Dengung (Hum atau Noise) Pada Amplifier Rakitan
Sabtu, 15 November 2014 Diposting oleh mendem di 19.18.00 0 komentarMerakit sebuah amplifier bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampangnya ketika kita memasang kit ampli, tone control, trafo dan power supply serta kabel ini dan itu. Tetapi hasilnya, ampli tanpa input akan timbul dengung (atau orang jawa bilang nggereng) tak hanya dengung saja, masalah grounding yang tidak betul ini juga dapat meningkatkan THD, mengurangi imunitas terhadap sinyal RF, dll. Penggunaan komponen audiograde yang harganya gak masuk akal juga akan percuma kalau anda tidak memahami pengkabelan dan grounding. Inilah dikatakan susahnya :). Tapi anda tak perlu pusing-pusing dalam merakit amplifier, karena saya akan membahasnya berikut ini.
1. Pilih kit ampli atau preamp PCB dengan star ground
Star grounding adalah menggabungkan semua jalur ground dari masing-masing komponen ke satu titik pada PCB, baik itu PCB pada modul ampli atau preamp (tone control, galaxy, gigabass, dsb). Karena star grounding dapat menetralkan sinyal-sinyal liar pada masing masing komponen, jika PCB tidak menggunakan star grounding, sinyal-sinyal tadi dari komponen-komponen tersebut dapat menginduksi jalur lain (terutama jalur sinyal audio) dan buruknya, sinyal-sinyal liar tersebut ikut dikuatkan oleh amplifier bersamaan dengan sinyal audio dari sumber, maka timbullah dengung pada speaker.
2. Gunakan star grounding pada power supply
Ground dari modul amplifier kanan kiri, preamp, dan speaker harus langsung dihubungkan ke modul power supply dan jangan membentuk looping ground. Hal yang sama perlu anda lakukan pada jalur power (+) dan (-), modul amplifier kanan kiri dan preamp harus mengambil satu titik langsung dari power supply. Ground speaker dan casing langsung diambil dari titik ini, jangan anda modul lain yang ground-nya nyambung ke casing.
Jika anda menggunakan rangkaian preamp, jalur ground yang hanya dihubungkan adalah ground untuk power supply dan input (disarankan power supply untuk preamp ikut dengan power supply amplifier)
Pada amplifier yang menggunakan 3 jalur kabel power dari PLN, bisa menggunakan rangkaian ground loop breaker. Rangkaian ini terdiri dari satu buah dioda bridge (10A keatas) dan kapasitor 100nF 250V MKP X2 rated, ini dilakukan agar ground tanah tidak bentrok dengan perangkat lain yang juga diground tanah, misalnya PC atau active subwoofer (bisa anda lihat pada gambar di atas)
3. Pasang kapasitor EMI/RFI filter pada modul amplifier dan power supply
Untuk power supply, pasang kapasitor 100nF 250V MKP X2 rated antara 2 kaki AC dioda bridge (yang terhubung dengan trafo) kapasitor tersebut berfungsi sebagai EMI/RFI filter. Selain itu pasang seri R 1 ohm dan kapasitor 100nF pada ujung power supply sebelum terminal kabel power supply amplifier, di jalur (+) dan (-) dengan ground. Fungsinya sebagai EMI/RFI filter agar DC output benar-benar bersih dari noise
Sedangkan di modul amplifier, pasang paralel kapasitor 100-220pF antara input (pada jalur setelah C input) dengan ground.
4. Gunakan kabel yang bagus (bukan berarti audiograde)
Untuk jalur power, gunakan kabel tunggal yang bagus dan dipelintir dengan kabel (+) GND dan (-), ini dilakukan untuk meminimalisir radiasi elektromagnetik dari kabel-kabel tersebut. Ciri kabel power yang bagus adalah, kawat tembaga terlihat mengkilat dan mudah disolder, kulit karetnya juga bagus (tidak mudah retak, tipis, dll) dan ingat, semakin besar daya ampli anda, semakin besar pula diameter kabel yang harus digunakan. Lakukan hal yang sama pada kabel primer dan sekunder trafo, agar fluks magnetik dari arus AC tidak menginterfensi rangkaian yang sensitif
Sedangkan untuk jalur sinyal, gunakan kabel yang diselubungi serabut kawat untuk ground, jika terpaksa, gunakan 2 buah kabel tunggal kecil yang dipelintir antara sinyal dengan GND
5. Perhatikan tata letak antar modul pada amplifier
Jangan sepelekan masalah ini, mungkin saja karena modul ampli dan preamp berdekatan dengan trafo atau kabel arus AC, karena fluks elektromagnetik dari trafo dapat menginterfensi jalur-jalur di PCB ampli atau preamp. Solusinya, jauhkan modul yang sensitif tersebut dari trafo. Jika terpaksa, karena keterbatasan tempat dalam box, pasang sisi samping samping menjadi bawah, dan sebaliknya, alhasil diperlukan box yang tinggi pula. Atau jika anda ada budget lebih, tidak ada salahnya menggunakan trafo toroid, karena trafo toroid memiliki fluks magnetik yang kecil daripada trafo kotak/EI
Jika cara cara di atas sudah anda lakukan dengan benar, coba tes kekebalan ampli anda dengan cara berikut ini:
1. Tanpa kabel/jack input, nyalakan ampli dan putar volume hingga maksimal, dan dengarkan bunyi dari speakernya, jika tidak ada bunyi sama sekali atau bunyi noise yang sangat pelan ketika anda menempelkan telinga di speaker, berarti ampli anda sudah bagus. Jika masih ada bunyi hum atau kemeresek yang cukup keras, coba cek rangkaian ampli anda dan lakukan cara-cara di atas
2. Dengan HP diletakkan di atas box amplifier, cobalah mengirim SMS atau hubungi nomor seseorang, jika tidak ada bunyi kretek-kretek berarti rangkaian EMI/RFI filter pada ampli anda berfungsi dengan baik
Langganan:
Postingan (Atom)







































